by

Bantuan Sosial Tunai, Bukti Kehadiran Masa PPKM Lewel 2 Di Kecamatan Bagor

 

Bagor. Di tengah masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), pemerintah senantiasa terus memberikan dukungan perlindungan kesejahteraan. Dukungan pemerintah kepada masyarakat dan usaha kecil diperkuat melalui ragam program perlindungan sosial. Kepedulian pemerintah tersebut diwujudkan dalam Bantuan Subsidi Upah (BSU), Bantuan bagi Pelaku Usaha Mikro (BPUM), Bantuan Sosial Tunai (BST), selasa (14/09/2021)

Pemerintah melalui Kementerian Sosial menganggarkan Bansos Tunai (BST) sebesar Rp 300.000 per bulan kepada 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) non-Program Sembako dan non-Program Keluarga Harapan. Dalam pelaksanaannya, penyaluran BST ini dilakukan oleh PT Pos Indonesia berkoordinasi dengan kelurahan dan RW setempat.

Selain untuk keperluan dapur, beberapa KPM mengaku bahwa BST mereka gunakan untuk keperluan sekolah anak. Nada, IRT penerima KPM, ingin pandemi cepat berlalu agar anak-anak dapat masuk sekolah lagi seperti biasa. Semua sepakat bahwa pandemi membatasi aktivitas mereka. Apalagi pelaku usaha kecil yang musti keluar rumah untuk bisa mengumpulkan rupiah demi kebutuhan rumah. Begitulah yang disampaikan Yudo, wirausaha yang mengaku bansos sangat membantu karena ia jadi tidak bebas keluar rumah selama PPKM.

Ketua RW setempat menyampaikan bahwa tidak mudah untuk meng-update data keluarga yang baru sekarang ini terdampak. Oleh karena itu, kriteria KPM dalam BST kali ini masih mengacu pada data usulan di awal pandemi tahun lalu. “Warga kurang mampu, ojol, dan marbot masjid yang menjadi sasaran bansos.”, jelas Arif. Ia meyakinkan bahwa “Penyaluran via PT Pos itu clear. Seandainya ada potongan, maka warga bisa mengadu melalui nomor handphone yang ada di undangan penyaluran BST.” tambahnya untuk memastikan transparansi dalam penyaluran bansos.@duky

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed