by

Ratusan Santri Anak di Nganjuk Dapatkan Divaksin Covid-19

 

Nganjuk – Untuk memutus penyebaran Covid-19, pemerintah melakukan vaksinasi bagi masyarakat. Vaksinasi pertama diberikan untuk tenaga kesehatan, masyarakat rentan, masyarakat umum dan terakhir pada anak-anak.

Kodim 0810/Nganjuk sudah memulai Vaksin Covid-19 bagi anak-anak. Sebagai langkah awal, vaksinasi pada anak dilakukan di Pondok Pesantren Al Hidayah Termas, di Desa Jekek Kecamatan Baron Kabupaten Nganjuk.

Pelaksanaan vaksinasi dilakukan oleh Kodim 0810/Nganjuk. Dalam vaksinasi bagi anak ini, Kodim sediakan 1.500 dosis.

Vaksinasi ini merupakan perintah dari Panglima TNI, Kodam, Korem hingga Kodim.

“Kita Kodim bersama Poskes melaksanakan vaksinasi, khusunya untuk pondok pesantren,” jelas Komandan Kodim 0810/Nganjuk Letkol Inf Georgius Luky Ariesta, S.I.P., M.Si., Sabtu (11/09/21).

Ribuan dosis vaksin Sinovac itu dikhususkan bagi pondok pesantren.

Setelah pondok pesantren Al Hidayah, vaksinasi akan menyasar pondok pesantren lainya.
Pihaknya berharap pelaksanaan vaksinasi bisa memutus penyebaran Covid-19.

“Setelah divaksin diharapkan dapat memutus mata rantai Covid-19,” pungkasnya.

Di pondok pesantren ini ada ratusan santri yang divaksin. Mereka terdiri dari kelas 7 hingga kelas 10, atau yang berusia diatas 12 tahun hingga 18 tahun.

Ponpes ini juga merupakan ponpes terpadu, ada sekolah tingkat SMP dan SMA (MA) Al-Hidayah.

Pengasuh Pondok Pesantren Al Hidayah, K.H. Zainul Zinan Muhklas menjelaskan pondok Pesantren dibawah asuhannya hari ini memdaoatkan vaksinasi dari Kkfim 0810/Nganjuk.

“Alhamdulillah hari ini dari Kodim Nganjuk mengadakan serbaun vaksinasi yang ditujukan bagi santriwan santriwati kami, swmoga dengan vaksinasi ini semua bisa diberi kesehatan,” terangnya.

Pihaknya juga mengakui para santrinya mempunyai antusias yang tinggi terhadap vaksinasi kali ini.

“Kalau tingkat antusiasmenya tinggi,” katanya.

Di Ponpes ini sudah melakukan pembelajaran tatap muka. Pembelajaran tatap muka diperbolehkan lantaran berbasis pondok.

Dalam keseharian, mobilitas santri yang berasal dari wilayah Nganjuk dan sekitarnya ini masih dibatasi terbatas, hal itu bertiga untuk mengurangi resiko menularnya Covid 19 di kalangan pondok pesantren.

Pelaksanaan pembelajaran tatap muka dilakukan dengan mengurangi durasi pembelajaran.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed