by

Dandim 0810/Nganjuk Pastikan Babinsa Jajarannya Mampu dan Mahir Operasikan Aplikasi SiLacak Tacing Covid-19

-Uncategorized-1,546 views

 

Nganjuk – penggunaan Aplikasi SiLacak dan InaRisk menjadi atensi khusus Pimpinan TNI/TNI AD. Pasalnya hal tersebut merupakan salah satu indikator kinerja para Babinsa saat melakukan tracing di lapangan.

Dandim 0810/Nganjuk Letkol Inf Georgius Luky Ariesta S.I.P., M.Si mengaku tak henti memberikan arahan dan penekanan khusus kepada para Babinsa. Baik secara langsung maupun melalui Danramil, Pasiops dan Pasiter. Bahkan untuk mengecek penggunaan dan penguasaan Aplikasi SiLacak dan InaRisk oleh para Babinsa, dirinya sudah keliling ke beberapa koramil, dan ternyata belum semua Babinsa mahir dalam menggunakan kedua aplikasi tersebut.

’’Saya sudah keliling ke beberapa koramil untuk sampel, ternyata hasilnya sangat variatif, ada beberapa Babinsa yang sudah bisa mengoperasikan namun kesulitan ketika menjelaskan, ada juga yang sebaliknya, dan tidak sedikit yang mampu mengoperasionalkan sekaligus memberikan penjelasan tentang langkah-langkah penggunaan kedua aplikasi tersebut,’’ terangnya.

Alur atau mekanisme tracing dijelaskan, ketika hasil tes Labkesda masuk ke Health Record Kemenkes kemudian masuk ke oto release, setelah oto release ini keluar maka Kepala UPT Puskesmas menyerahkan ke Bidan Tracer kemudian bersama Babinsa, Kades/Perangkat Desa dan Bhabinkamtibmas melaksanakan tracing kepada kontak erat pasien terkonfirmasi positif, pada beberapa hari terakhir.

’’Kontak erat itu meliputi kawan, keluarga, teman kantor atau kerja dan tetangga. Minimal tracing dilakukan terhadap 15 orang, dengan melakukan testing rapid test atau swab antigen, bila nonrekatif atau negatif lakukan karantina selama 5 hari, yang reaktif lakukan PCR bila hasilnya positif lakukan Isoter di tempat yang sudah disiapkan pemerintah selama 14 hari, kemudian swab bila negatif, bisa bebas,’’ bebernya.

Dandim juga meminta para Babinsa untuk bekerja sama dan bersinergi dengan kades atau perangkat desa, Bhabinkamtibmas dan Bidan Desa dalam melakukan tracing di desa binaan masing-masing. Harus diingat, aplikasi SiLacak dan InaRisk ini merupakan alat kontrol Pimpinan dan Komando Atas dalam memantau kinerja para tracer termasuk Babinsa di lapangan. ’’Tetaplah berbuat baik, tulus dan ikhlas dalam bekerja termasuk dalam melaksanakan tracing, ka

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed