by

Babinsa Kebut Tracing Lacak Riwayat Kontak Erat Covid-19

 

Nganjuk – Tracing atau pelacakan adalah bagian dari upaya 3T. Melengkapi testing dan treatment yang dilakukan sebagai bagian penanganan Covid-19. Dalam hal ini yang menjadi sasaran langsung sebagai tracer yaitu Babinsa dan Babinkamtibmas dan petugas surveilans puskesmas sebagai petugas pengolah data. Dengan adanya tracer memudahkan petugas puskesmas dalam memantau orang yang memiliki riwayat kontak erat dengan pasien yang terkonfirmasi.

Seperti yang dilakukan Babinsa Desa Paron Kec. Bagor Kab. Nganjuk bersama Bidan Desa, Perangkat Desa bersinergi melaksanakan Tracing Warga Dsn Paron RT/RW 01/01 An. Sriwahyuni (44) yang beberapa waktu lalu Pulang kerumah orang tuanya dan tidak didapatkan fakta bawha yang bersangkutan kontak erat. kemarin Kamis (19/08/2021)

Namun Sertu Wiyono Babinsa Desa Paron Kec. Bagor Koramil 0810/02Bagor menegaskan, melalui aplikasi silacak sebenarnya tidak terlalu banyak data yang dibutuhkan. Akan tetapi manfaatnya luar biasa karena akan menjadi analisa Dinkes Kabupaten Nganjuk ke depannya. Khususnya dalam upaya penanganan Covid-19.

“Aplikasi ini juga memudahkan antarinstansi terkait dalam melaporkan, memonitor dan menangani perkembangan kasus Covid-19 di setiap wilayah. Karena itu, tim tracer harus kami bekali pemahaman materi seputar silacak itu,” katanya.

Lebih lanjut, dalam melakukan pelacakan, penting untuk mengidentifikasi waktu dan tempat dari orang-orang yang berkontak dengan penderita Covid-19. Lalu menginformasikan orang-orang yang mungkin terpapar virus, dan mengisolasi orang-orang yang terjangkit Covid-19 untuk mencegah penyebaran lebih lanjut.

“Perlu diketahui yang akan dilakukan test tidak hanya yang terkonfirmasi namun juga yang memiliki riwayat kontak erat”, jelasnya.

Dalam penggunaan aplikasi silacak ini, ujarnya, tim tracer harus terus bersinergi untuk memaksimalkan pelacakan. Jika ada warga di wilayahnya, yang dinyatakan terkonfirmasi positif dan kontak erat Covid-19, harus didukung langkah penanganan. Selanjutnya, baik yang melakukan tes hingga perawatan jika ada terkonfirmasi lagi harus terus ditracing.

“Dalam proses pelacakan orang yang bersentuhan dengan yang positif Covid-19 hingga didapati hasil kondisinya. Setelah ditemukan baru dimasukkan ke aplikasi silacak. Dengan pelaporan data pada aplikasi ini, kami berharap terus ada sinkronisasi data dari setiap perkembangan kasus Covid-19,” pungkasnya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed