by

Cerita Lansia di Nganjuk Setelah Disuntik Vaksin Covid-19 “Atiku Lego, Luwih Tenang…”

 

Hari Sujono terlihat begitu bersemangat. Sepanjang perjalanan menuju pusat pelayanan kesehatan, raut wajahnya terlihat bahagia. Hari yang dinanti begitu lama akhirnya tiba juga. Pria berusia 72 tahun ini sesekali menarik masker yang menutup bagian hidung dan mulutnya hanya untuk menampakkan senyum kepada orang di sekitarnya.

Pada Rabu (18/08/2021) pagi, Hari Sujono berkunjung seorang diri menuju Halaman Stadion Anjuk Ladang, Nganjuk, Jawa Timur. ia bertemu beberapa warga yang seusia dengannya. Rupanya, para warga lanjut usia (lansia) di puskesmas itu sedang mendaftarkan diri untuk mendapatkan vaksinasi Covid-19 Sinovac gelombang kedua Yang diadakan Kodim 0810/Nganjuk dan Poskes Kodim 0810/Nganjuk.

Warga lanjut usia (lansia) merupakan salah satu kelompok yang diprioritaskan untuk mendapat vaksin Covid-19 pada gelombang kedua di Nganjuk. Seluruh fasilitas kesehatan di Kota Angin ini pun serentak memulai vaksinasi kepada lansia.

“Aku Ayem, Luwih Tenang,” kata Hari Sujono meyakinkan diri.

Selama ini, Hari Sujono merasa terbebani dengan kasus Covid-19 yang tak kunjung reda di negeri ini. Sebab, Sulaiman sadar di usia yang sudah lanjut, ia merupakan salah satu kelompok yang rentan terpapar Covid-19.

Setelah disuntik vaksin Covid-19 dosis pertama, Sulaiman lebih percaya diri. “Jadi begitu divaksin, ya sudah, tenang dong, meski tujuan vaksin ini kan hanya untuk menumbuhkan imunisasi tubuh terhadap virus itu,” ujar dia.

Menurut Hari Sujono, vaksin Covid-19 masih menjadi barang langka. Jumlahnya pun masih sangat terbatas. Itu terjadi tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di dunia. Sebagai warga biasa, tentu dirinya hanya bisa mengandalkan pemerintah.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed