oleh

Menteri Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia Resmikan Operasional RDF Jeruklegi Cilacap

Cilacap – Dengan ditandai penekanan tombol sirine, Menteri Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia Luhut Binsar Panjaitan, secara resmi meresmikan operasionalisasi pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif/Resufe Derived Fuel (RDF) TPA Jeruklegi yang terletak di Desa Tritih Lor Kecamatan Jeruklegi, Selasa (21/7/20).

Kegiatan tersebut dihadiri Menteri ESDM Arifin Tasrif, anggota DPR RI Hj. Teti Rohatiningsih dan Hj. Novita Wijayanti, Wakil Gubernur Jawa Tengah H. Taj Yasin Maimoen, Bupati Cilacap H. Tatto Suwarto Pamuji, Bupati Banyumas H. Ahmad Husein, Danlanal Cilacap Letkol Laut (P) Bambang Marwoto, S.T., M.Sc., Psc., Dandim Letkol Inf Wahyo Yuniartoto, S.E.,M.Tr ( Han), Kapolres AKBP Dery Agung Wijaya S.I.K.,S.H.M.H., Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR Danis Hidayat Sumadilaga, Dirjen PSLB3 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Rosa Vivien Ratnawati, Direktur Produksi PT semen Indonesia (Persero) Tbk, Presiden Direktur PT SBI Tbk Aulia Mulki Oemar serta seluruh perwakilan dinas instansi, jajaran SIG dan SBI Cilacap.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen mengatakan bahwa dengan diresmikannya RDF, merupakan sebuah inovasi dan menjadi langkah maju dalam pengolahan sampah di Indonesia khususnya di Jawa Tengah dan Cilacap. Dia mengapresiasi kepada semua pihak yang turut serta berkontribusi atas berdirinya RDF di Cilacap.

Dia menilai, pengolahan sampah hingga saat ini masih menjadi permasalahan yang menjadi PR kita semua. Banyak daerah yang hingga saat ini masih menggunakan metode penimbunan dalam mengolah sampah didaerahnya padahal metode tersebut membutuhkan lahan yang cukup luas, proses pengolahannya sangat lambat dan menghasilkan cairan dan gas metana yang dapat mencemari dan membahayakam lingkungan sekitarnya. Seiring berkembangnya kemajuan tekhnologi, pengolahan sampah yang lebih baik yaitu sistem RDF mampu meminimalisir efek sampah bahkan mampu mempunyai nilai ekonomis.

“Fasilitas RDF Jeruklegi ini nanti diperkirakan mampu mengolah sampah sebanyak 120 ton per hari, outputnya dari sistem pengelolaan sampah RDF ini adalah 30-40 ton briket yang merupakan bahan penganti batu bara, tidak hanya itu, sistem RDF ini juga mampu menurunkan emisi sebanyak 19.000 ton CO2e dan juga menurunkan emisi gas metana,” Paparnya.

Tidak hanya puas dengan paparan maupun penjelasan dari Kementrian PUPR, Menteri Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia Luhut Binsar Panjaitan juga melihat langsung proses pegolahan sampah dengan sistem RDF. Bahkan setelah melihat semua itu, Menteri bersama Kementrian PUPR, Para Dirjen yang hadir, Wakil Gubernur dan Bupati sepakat bahwa RDF ini adalah yang konkrit sehingga bisa pula dilakukan di daerah lain di Indonesia yang TPA nya dekat dengan pabrik semen sehingga hal tersebut bisa dimanfaatkan.

“Kurang lebih ada 34 titik yang bisa kita jalankan dan kita berharap nantinya sebanyak mungkin produk dalam negeri bisa kita buat termasuk membrannya sehingga nantinya RDF bisa 70 hingga 80 buatan dalam negeri. Kalau ini terjadi, Indonesia bisa jauh lebih bersih karena sampahnya bisa kita cover per hari di sekian titik, diperkirakan sekitar 28 ribu ton per hari yang berarti sekian ribu ton sampah akan berkurang mengotori laut,” Jelas Menteri Luhut Binsar Panjaitan.

Selain meresmikan RDF, Menteri beserta rombongan juga meninjau galangan kapal rakyat yang berada di Lengkong Pantai Kemiren Cilacap, melihat langsung proyek PLBC dan RDMP Cilacap serta mengunjungi Museum Susilo Sudarman yang terletak di Desa Karangjati Kecamatan Kroya. (Urip_Pendim0703)

Komentar